Ciri Hamba Yang Mendapat Lailatul Qodar

ALKISAH di sebuah Masjid di Bandung ada dua orang yang beritikaf. Keduanya sangat bersungguh-sungguh melaksanakan itikaf karena berharap mendapatkan malam lailatul qodar. Orang pertama,bercerita ketika sedang beritikaf dia mendapatkan pengalaman spiritual. Ketika itu malam tiada angin, dan paginya ada rembulan berwarna putih, ciri-ciri lailatul qadar. Kemudian dia merasakan sesuatu yang luar biasa.

Sedangkan orang kedua, dia tidak merasa mendapatkan pengalaman spiritual yang menggetarkan atau melihat sesuatu yang luar biasa seperti cahaya rembulan yang sejuk tapi tidak menyilaukan. Hanya saja beliau khusu mengisi malam-malam 10 hari terkahir dengan ibadah.

Singat certita setelah selesai itikaf tersebut, tiga bulan kemudian terjadi perbedaan antara kedua orang tresebut, orang yang pertama melanggar perintah Allah atau tidak patuh pada larangan-Nya. Sedangkatorang kedua yang merasa tidak mendapat lailatur qadar, dia tetap menjadi orang yang saleh dan bertakwa.

Jadi, siapa yang sebenarnya mendapat lailatul qadar ?

Sesunguhnya buah dari ibadah adalah ahsanul akhlak (ahlak yang baik). Jika ada orang yang nerasa sudah beribadah dengan baik bahkan ketik aramadhan mendapatkan malam lailatul qodar tetapi ahlaknya tidak berubah tentunya dipertanyakan dengan kualitas ibadahnya. Rasulullah SAW bersabda,” Innama bu’itstu liutammima makarimal akhlaq.” Artinya, Sesungguhnya aku diutus Tuhan untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.

Karena itu, output tujuan lailatul qadar tentu saja mendapatkan rahmat dan barokah yang dijelaskan para ulama, tapi pada akhirnya adalah akhlak kita.

Kita sangat bangga dan salut banyak yang itikaf, membaca Al Qur’an dan berdzikir supaya mendapatkan rahmat dan barokahnya di puncak bulan suci Ramadhan. Sesungguhnya yang pasti adalah puncak bulan suci Ramadhan ditunggu dan dinantikan oleh orang yang beriman dan bertakwa, dan kita harus mendapatkannya. Tetapi apakah kita mendapatkan perubahan setelah Ramadhan, setelah kita mengisi sepuluh hari terakhir dengan itikaf?

Berikut ini sebagian tanda-tanda orang yang mendapat lailatul Qadar yang diambil dari Ceramanya Ustad H Ahmad Zaky :

  1. Dia senantiasa akan berusaha ingin menjadi yang terbaik di mata Allah SWT begitu pula dengan sesama manusia. Selalu mengerjakan perintah Allah SWT dan melakukannya dengan cara terbaik di mata Allah SWT.
  2. Orang yang berhasil mendapatkan Lailatul Qadar akan selalu merasa kurang khususnya dalam soal beribadah. Selain ibadah wajib yakni sholat lima waktu, ia juga tidak pernah meninggalkan ibadah sunnah seperti tahajud dan tarawihnya tidak pernah absen.
  3. Dalam kehidupan sehari-hari baik dengan atasan maupun bawahan, ia selalu menjadi orang yang rendah hati dan bersikap sewajarnya saja. Tidak merasa sombong dan angkuh khususnya kepada sesama manusia.
  4. Orang yang mendapatkan Lailatul Qadar akan terlihat lebih bersinar wajahnya dan enak untuk dipandang. Namun tanda-tanda ini juga hanya bisa dirasakan dan dilihat oleh orang-orang yang senantiasa selalu dekat kepada Allah SWT.

Nabi Muhammad SAW diutus ke bumi tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menyempurnakan ahlak manusia. Sehingga serajin apapun seseorang menjalankan ibadah kepada Allah SWT tidak bernilai apa-apa jika tidak memiliki ahlak yang mulia. Karena pada dasarnya tujuan ibadah itu sendiri adalah untuk membenahi ahlak manusia. Ahlak itu sendiri diperlukan dalam upaya mewujudkan perdamaian di muka bumi karena salah satu arti Islam adalah perdamaian : damai kepada diri sendiri, damai kepada orang lain dan damai kepada Allah Penguasa Alam Semesta..


By Pondok Yatim | Pengasuh Anak Yatim

Incoming search terms:

Facebook facebook   Twitter twitter   Email email