Kisah Dalam Al Qur’an Ashabul Kahfi
Oleh : Thya Nugraha
(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo’a: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami [ini]“. (10) Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu (11). (QS. Al Kahfi)
Ashabul Kahfi adalah sebutan yang diberikan kepada sekawanan pemuda Muslim yang mengasingkan diri ke sebuah gua karena tidak tahan dengan masyarakat kota Upsus tinggal di Tartus, Turki, yang mayoritas penduduknya menganut agama Nasrani. Saat itu mereka di bawah kekuasaan Diqyanus. Raja Romawi saat itu yang sangat kejam terhadap kaum muslimin. Diyaknus memaksa rakyatnya agar meninggalkan agama mereka dan beralih menyembah berhala, dia akan membunuh siapa saja yang tidak mau mengikutinya.
Ditemani seekor anjing, tujuh pemuda itu akhirnya mengasingkan diri ke sebuah gua, untuk menyelamatkan diri dari kejaran Diyaknus. Di dalam gua, pemuda-pemuda itu memohon bimbingan dan perlindungan Alloh Swt. Mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami.”
Dengan kuasa-Nya, Alloh swt menutup telinga mereka sehingga mereka tertidur di dalam gua tanpa ada gangguan dari manapun. Tanpa mereka sadari masa berlalu ratusan tahun, yaitu selama tiga ratus tahun ditambah sembilan tahun. Pada saat terbangun dari tidurnya, mereka tidak menyadari telah tertidur selama ratusan tahun lamanya. “Sudah berapa lama kita tidur disini? Tanya salah seorang diantara mereka. Kita berada di sini sehari atau setengah hari?” Yang lain berkata, “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lama kamu berada di sini.”
Mereka sangat kaget ketika melihat keadaan di luar gua sudah begitu banyak berubah. Untuk membuktikannya, salah seorang dari mereka pergi keluar untuk membeli makanan, dengan dinasihati untuk tidak menceritakan kejadian ini kepada siapapun. Pemuda tersebut merasa heran karena melihat adanya perubahan mencolok di sekitar kota, dan dia merasa asing dengan tempat tersebut karena sudah berubah sama sekali. Dia lebih terkejut lagi ketika uangnya ditolak oleh penjual makanan dan dikatakan bahwa uangnya tidak laku lagi. Kemudian ia pun di bawa menghadap raja untuk menceritakan perihal tersebut.
Kemudian ia pulang dan menceritakan perihal dirinya kepada keenam temannya. Ia pun diberitahu bahwa raja Diyaknus telah meninggal ratusan tahun yang lalu dan raja yang berkuasa sekarang adalah raja Theodosius yang beriman kepada Allah swt, dan masyarakat di daerah tersebut sudah tidak menyembah lagi berhala dan sudah menyembah Allah Swt.
Penduduk kota tersebut merasa heran melihat keadaan pemuda itu dan mereka penasaran dengan uang zaman dahulu yang sudah tidak laku lagi. Ia dituduh mempunyai harta karun kemudian dibawa mengadap raja yang sudah beriman kepada Allah swt. Setelah mendengar kisahnya, raja dan orang-orangnya berangkat ke gua bersama pemuda itu, lalu berjumpa dengan pemuda-pemuda lainnya dan mendengar kisah mereka.
Tidak lama kemudian pemuda-pemuda itu pun dimatikan Allah sesudah memberi ucapan selamat tinggal kepada raja yang beriman itu dan pengikutnya. Raja pun menyuruh supaya mendirikan sebuah mesjid di sisi gua itu. Sementara itu ada yang mencadangkan supaya mendirikan sebuah bangunan atau tugu sebagai kenangan.
Rasulullah saww bersabda, “aku berpesan kepada kalian agar memperlakukan anak-anak muda dengan baik, karena hati mereka sangat lembut. Sesungguhnya, Allah mengutusku sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan sehingga anak-anak muda menyambutku, sedangkan orang-orang tua menentangku. Kemudian beliau membaca ayat, ‘kemudian berlalu masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang fasik.(al-hadid : 16)’ ” (Syabab Quraisy, hal 1)

![gua-ashabul-kahfi-di-yordania-_120629224351-387[1]](https://pengasuhanakyatim.com/99/wp-content/uploads/2013/11/gua-ashabul-kahfi-di-yordania-_120629224351-3871.jpg)









