Categorized | Artikel, Keluarga

Berkah Orang Tua

Posted on 06 December 2012 by admin

 

Pernahkah engkau memperhatikan seorang anak kecil yang sedang bersama orang tuanya? Atau, ingatkah masa kecilmu dulu sampai masa sekarang.

Ingatkah betapa besar kasih sayang kedua orang tuamu kepadamu.Ingatkah betapa besar perhatian mereka akan tempat tinggalmu, makan dan minummu, pendidikanmu, serta penjagaan mereka pada waktu malam dan siang. Ingatkah betapa besar kekhawatiran mereka ketika engkau sakit hingga pekerjaan yang lain pun mereka tinggalkan demi merawatmu. Uang yang mereka cari dengan susah payah rela mereka keluarkan tanpa pikir panjang
demi kesembuhanmu. Ingatlah kerja keras siang malam yang mereka lakukan demi menafkahimu. Niscaya engkau akan mengetahui kadar penderitaan
kedua orang tuamu pada waktu mereka membimbing dirimuhingga beranjak dewasa.

Allah Swt berfirman, “Dan sembahlah Allah dan janganlah menyekutukan-Nya dengan sesuatu, dan berbuat baiklah kepada kedua ibu bapak, kepada kaum kerabat, kepada anak-anak yatim, kepada orang-orang miskin, kepada tetangga yang dekat, tetangga yang jauh teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya, sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorang yang sombong dan membanggakan dirinya.” (An-Nisaa’: 36)

Jika kita perhatikan, berbuat baik kepada ibu bapak seperti pada ayat di atas menunjukkan bahwa berbakti kepada kedua orang tua menduduki peringkat kedua setelah mengesakan Allah Swt dalam beribadah. Karena itu bisa kita pahami bahwa tidak boleh terjadi bagi seorang yang mengaku bertauhid kepada Allah tetapi ia durhaka kepadakedua orang tuanya.

Allah Swt yang Menciptakan dan Allah yang Memberikan rezeki, maka Allah sajalah yang berhak diibadahi.Sedangkan orang tua adalah sebab adanya anak, maka keduanya berhak untuk diperlakukan dengan baik. Oleh karena itu, merupakan kewajiban bagi seorang anak untuk beribadah kepada Allah Swt, kemudian diiringi dengan berbakti kepada kedua orang tuanya.

Saudaraku, taatilah kedua orang tuamu dan janganlah engkau menentang keduanya sedikit pun. Kecuali apabila keduanya memerintahkan padamu berbuat maksiat kepada Tuhanmu, karena sesungguhnya Rasulullah Saw telah bersabda, “Tidak ada ketaatan bagi makhluk apabila pada saat yang sama bermaksiat kepada Sang Pencipta.” (HR. Ahmad)
Saudaraku, ingatlah bahwa sejelek apapun orang tua kita, kita tetap tidak akan bisa membalas semua jasa-jasanya. Ingatlah, bahwa Allah Swt pun tetap memerintahkan kita untuk mempergauli mereka dengan baik, meskipun mereka menyuruh berbuat kesyirikan. Lebih dari itu, tidakkah kita menginginkan kebaikan dan keselamatan bagi mereka sebagaimana mereka yang selalu menginginkan kebaikan dan keselamatan bagi kita? Tidakkah kita ingin agar Allah mempertemukan kita di surga-Nya? Tahukah engkau saudaraku, salahsatu doa yang mustajab? Yaitu doa dari seorang anak yang saleh untuk orang tuanya.Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Apabila manusia mati, putuslah amalnya kecuali tiga perkara: sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak saleh yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah pasti mengangkat derajat bagi hamba-Nya yang saleh ke surga, maka ia bertanya, ‘Ya Allah, bagaimana itu bisa terjadi?’ Allah menjawab, ‘Berkat istighfar anakmu untukmu.’” (HR. Ahmad)

Saudaraku. Janganlah engkau enggan untuk berdoa demi kebaikan orang tuamu. Sekeras apapun usaha yang engkau lakukan, bila Allah tidak berkehendak, niscaya tidak akan pernah terwujud.Hanya Allah-lah yang mampu memberi petunjuk dan membukakan pintu hati kedua orang tuamu. Mintalah pada-Nya, karena tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Memohonlah terus pada-Nya dan jangan pernah bosan meski kita tidak tahu kapankah doa kita akan dikabulkan. Janganlah berhenti berdoa saudaraku, karena tentu engkau sudah tahu bahwa doa seorang anak saleh untuk orang tuanya tidaklah terputus amalannya meski kedua orang tuanya sudah meninggal.

 

Facebook facebook   Twitter twitter   Email email  

Leave a Reply


Refresh




CHAT DENGAN STAFF KAMI:

Hendra
Iwan Setiawan
Handriana