Archive | September, 2012

daftar-sekarang

Tags: , , ,

Domba Qurban

Posted on 29 September 2012 by admin



QURBAN UNTUK YATIM DI PEDESAAN 2013
PONDOK YATIM AL-HILAL

1. Daging Qurban di distribusikan ke anak2 yatim duafa di pedesaan sehingga lebih bermanfaat dan sampai kepada yang sangat membutuhkan.

2. Multi Manfaat yatitu Mendapat pahala Qurban, tercatat menajdi penyantun Anak Yatim dan memberdayakan ekobomi pedesaan karena hewan qurban dibeli di sekitar pedesaan.

3. Donatur yang ber Qurban dan keluarganya akan di doakan oleh anak2 yatim semoga lebih berkah.

4. Distribusi Daging Qurban akan dibarengi dengan Pembinaan dan Motivasi bagi Anak Yatim sehingga membawa manfaat bagi kehidupan anak yatim kedepan

 


 

HARGA HEWAN QURBAN 2013 :


SAPI : Rp 13.300.000,- per ekor untuk 7 orang atau Rp1.900.000,-


DOMBA : Rp. 2.000.000/orang


REK MANDIRI No.. 1320012549953 an. Yayasan Al-Hilal



Form Pendaftaran

Nama Anda (wajib) :
Emaill Anda (wajib) :
Nomor Hp (wajib) :
Pilih Hewan (wajib) :  Kambing Rp2.000.000/orang Sapi Rp1.900.000/orang Sapi Rp13.300.000/7 orang
Alamat Anda :
Pilih Bank Transfer :
Upload Bukti Transfer :
file yang di ijinkan .jpg, .png, .gif, .bmg
Catatan Tambahan :

 

Comments (1)

rahsia-sedekah[1]

Tags:

Keajaiban Sedekah

Posted on 17 September 2012 by admin

Di Bontang, Kalimantan Timur ada sebuah perusahaan kaya raya dengan fasilitas yang luar biasa bagi karyawannya. Penghasilan para pegawainya berlipat-lipat dibanding dengan perusahaan swasta maupun nasional lainnya. Tunjangan berupa rumah, mobil, pendidikan anak bahkan makan pun diberikan.

Beberapa kali saya berkunjung ke sana maka saya hanya berkomentar, “Betapa beruntungnya mereka yang tinggal dan bekerja di tempat ini!” Mereka hidup di sebuah komplek yang terisolir dari dunia Bontang. Pagar-pagar mereka kokoh berdiri dan lengkap dengan petugas keamanan yang membuat komplek perumahan itu terisolir dari dunia luar.

Penghasilan besar yang mereka dapat, -mungkin sebab sulit untuk mendapatkan mustahik-, maka kewajiban zakat dan sedekah pun barangkali tak tersalurkan. Namun meski demikian hal yang menjadi hak Allah adalah tetap menjadi hak-Nya. Dimana suatu saat Dia pun akan menagihnya.

Sore itu saya diminta bersilaturrahmi dengan sebuah majlis taklim kaum ibu di sana. Tema yang diminta membuat saya berpikir keras untuk mencari referensinya. BEROBAT DENGAN SEDEKAH!!! “Darimana saya harus memulai…?” saya membatin.

Alhamdulillah atas izin Allah Swt ceramah pengantar yang saya berikan terasa nikmat. Jangankan untuk mereka kaum ibu yang mendengarkannya, saya sendiri saja merasakan kenikmatan itu. Rupanya Allah Swt memberi keberkahan pada majlis kami saat itu. Tanpa terasa saya dapati beberapa ‘ilmu ladunni’ yang Allah berikan. Sehingga saya belajar saat mengajar. Menjadi mengerti bersama orang-orang yang mencari pemahaman.

Allah mewariskan ilmu yang diketahui seseorang, asalkan ia mengamalkan ilmu yang sudah pernah ia ketahui. (Muhammad Saw)

Usai pembicaraan kurang lebih sekitar setengah jam, maka saya menawarkan kepada peserta majlis untuk bertanya dan berdialog. Di sana rupanya ada seorang ibu berusia lebih dari 40 tahun, sebutlah namanya Reni. Tiba-tiba ia mengacungkan tangan dan ternyata ia bukan hendak bertanya akan tetapi ia ingin berbagi pengalaman kepada semua peserta yang hadir. Reni pun memulai kisahnya:

Kira-kira 17 tahun yang lalu Reni hamil untuk pertama kali. Allah Swt menakdirkan bahwa Reni keguguran. Maka dari Bontang, ia pun diantar oleh suaminya pergi ke Balikpapan dengan pesawat untuk berobat ke seorang dokter terkenal di sana bernama Yusfa. Akhirnya Reni dikuret rahimnya.

Sepulangnya dari Balikpapan, Reni mendapati dari qubulnya selalu keluar darah dalam jumlah banyak. Bahkan lebih banyak dari menstruasi rutin. Apalagi bila ia bangun tidur, ia dapati kasur dan sprei selalu bersimbah darah. Ia panik dan kalut mengatasi hal ini. Maka ia pun kembali lagi ke Balikpapan bersama suaminya untuk berobat ke dokter Yusfa.

Sayangnya sang dokter tidak mengerti sebab pendarahan hebat ini. Maka yang terjadi adalah kali itu Reni dikuret lagi. Sakit dan perih, itulah yang dirasakan Reni!

Namun pendarahan itu masih tetap saja terjadi, padahal hampir setiap dua hari sekali Reni dan suami terbang Bontang-Balikpapan untuk mengkonsultasikan penyebab pendarahan ini. Namun tindakan yang diambil oleh dokter Yusfa hanyalah mengkuret rahim Reni. Reni dan suami hanya bisa pasrah dan berharap pertolongan Allah Swt atas musibah ini.

Kejadian ini berlangsung cukup lama. Hingga tubuh Reni bertambah ringkih, rumah tangga tak terurus, uang tabungan terkuras dan suami tidak bisa bekerja tenang sebab harus sibuk mengurusi Reni. Sepertinya ada sebuah cobaan besar yang sedang Allah Swt timpakan kepada Reni dan suaminya.

Reni & suami terus berdoa kepada Allah Swt agar diberi jalan keluar dari masalah ini.

Hingga akhirnya Allah Swt pun mendengar dan mengijabah doa mereka

Hari itu Reni dan suami hendak terbang ke Balikpapan untuk berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Namun ada suara hati yang berbisik pada diri Reni. Ia bawa sejumlah uang dalam jumlah besar. Uang itu bukan ia niatkan untuk bayar biaya pengobatan, akan tetapi ada sebuah cita-cita mulia di sana yang ingin ia wujudkan. Cita-cita itu adalah, “AKU INGIN BERSEDEKAH!” Sejumlah uang itu pun ia masukkan ke dalam tas tangan yang Reni bawa.

Pesawat telah membawa Reni dan suaminya pergi menuju Balikpapan. Setibanya di bandara Sepinggan, Balikpapan Reni berjalan tertatih dipapah oleh sang suami. Dengan susah payah, Reni pun akhirnya tiba di dalam ruang bandara. Di dalam hati Reni berdoa kepada Tuhannya, “Ya Allah, datangkan untukku seorang pengemis yang bisa menerima sedekahku. Izinkan aku untuk bersedekah di hari ini!”

Keinginan untuk bersedekah itu membuncah lagi di hati Reni. Sungguh ia amat berharap untuk bisa bersedekah kali itu.

Pintu keluar bandara sudah dilalui oleh Reni dan suami. Subhanallah, tiba-tiba ada seorang pria berpakaian lusuh menyapa Reni dan menjulurkan tangan tanda minta sedekah. Reni bergembira dan yakin bahwa inilah ijabah doa dari Allah Swt.

Tanpa banyak berpikir, ia merogoh tas tangannya. Sejumlah uang yang sudah disiapkan ia berikan ke tangan pengemis itu. Maka pengemis dan suami Reni melongo melihat jumlah uang yang Reni sedekahkan. Reni pun melanjutkan langkahnya bersama suami dan kemudian mereka masuk ke dalam sebuah taksi untuk pergi ke rumah sakit tempat dokter Yusfa berpraktek.

“Untuk apa uang sebanyak itu kau sedekahkan?! ” tanya sang suami. Reni menjawab dengan yakin, “Boleh jadi dengan sedekah itu Allah Swt menyembuhkan penyakitku, Pa!” Mendapati jawaban seperti itu suami Reni tidak banyak mendebat. Memang di saat-saat seperti ini, hanya pertolongan Allah saja yang dapat menyelamatkan mereka.

Seperti kali sebelumnya, tidak ada jawaban positif dari dokter Yusfa atas penyebab pendarahan yang keluar dari qubul Reni. “Hingga saat ini, saya belum tahu pasti apa penyebabnya” jelas dokter Yusfa.

Maka Reni dan suami pun kembali ke Bontang tanpa hasil memuaskan.

Pendarahan hebat masih terus terjadi dari rahim Reni setiap hari. Reni hanya bisa bersabar dan pasrah atas takdir yang telah Allah Swt tetapkan pada dirinya. Pagi itu, Reni tengah berada di dapur untuk membuat masakan ringan. Tiba-tiba terasa olehnya ada sesuatu yang tidak beres di perutnya dan ia pun ingin pergi ke toilet. Rasa ingin buang air itu seperti tak terkendali … Hingga Reni harus berlari sebab khawatir ia tak kuasa menahannya.

Atas izin Allah Swt ia kini sudah berada di kamar mandi. Namun hanya pakaian luar saja yang sempat ia buka, sedangkan pakaian dalam tak sempat ia tanggalkan. Rupanya ada segumpal daging penuh darah yang keluar dari qubul Reni dan ternyata ia tidak mau buang air. Segumpal daging penuh darah itulah rupanya yang membuat Reni terdesak untuk buang air.

Merasa aneh dengan segumpal daging itu, maka Reni mengambil sebuah kantong plastik kecil dan memasukkannya ke dalam kantong tersebut. Reni berpikir bahwa ia harus menanyakannya kepada dokter Yusfa tentang benda aneh ini.

Pagi itu adalah jadwal Reni berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Ia seperti biasa pergi ke Balikpapan didampingi oleh suaminya. Konsultasi kali itu, seperti biasa tidak memberikan perkembangan ke arah positif sama sekali. Hampir saja Reni putus asa dengan keadaan ini.

Namun tiba-tiba ia teringat akan kejadian aneh kemarin pagi. Lalu ia pun merogohkan tangannya ke dalam tas dan mencari-cari plastik kecil berisi segumpal daging penuh darah. Ia keluarkan plastik kecil itu dan ia sodorkan kepada dokter Yusfa. Kejadian aneh kemarin pagi itu diceritakan oleh Reni kepada dokter Yusfa.

Dokter Yusfa menerima plastik berisikan benda aneh itu. Dahinya berkerut tanda bahwa ia berpikir keras tentang benda ini. Dan beliau pun berkata, “Ibu dan bapak mohon tunggu sebentar di sini. Saya akan pergi ke laboratorium untuk memeriksakan hal ini!”

Saat dokter Yusfa pergi meninggalkan ruangannya, Reni dan suami hanya berharap bahwa dokter Yusfa akan datang membawa sebuah berita gembira untuk mereka.

Kira-kira 20 menit kemudian dokter Yusfa datang sambil berlari. Ya berlari, bukan berjalan! Begitu pintu terbuka dokter pun berteriak dengan nada keras, “Alhamdulillah bu Reni…. Alhamdulillah. …!!! Saya baru mengerti rupanya pendarahan selama ini disebabkan kanker rahim yang ibu alami… dan benda ini adalah kanker rahim tersebut. Cuma saya hanya mau bertanya bagaimana cara kanker ini bisa gugur dengan sendirinya.. .?!”

Subhanalllah. … rupanya penyebab pendarahan hebat selama ini adalah sebuah kanker yang tidak dapat terdeteksi. Pertanyaan terakhir dari dokter Yusfa tak mampu dijawab langsung oleh Reni. Namun Reni hanya mampu bersyukur kepada Allah bahwa akhirnya pertolongan itu datang juga untuknya setelah penantian yang cukup lama. Akhirnya pendarahan pun terhenti begitu saja, dan rupanya pertolongan Allah Swt tiba setelah Reni bersedekah dengan sejumlah harta yang sudah ia cita-citakan.

“Sembuhkan penyakit kalian dengan cara sedekah. Lindungi harta yang kalian miliki dengan zakat.” HR. Baihaqi

Sedekah sungguh sebuah perkara yang mengagumkan. Apakah anda pernah mengalaminya?

Semoga bermanfaat bagi yang membacanya …..
…. Segala puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya sempurnalah semua kebaikan.

Comments (0)

424335_301203333321258_1995793539_n[1]

Tags:

Malukah Kita Dengan Sosok Ayah Kita

Posted on 04 September 2012 by admin

(Kalau kepada orang lain bisa lembut mengapa kepada Orang Tua Kita kita tidak bisa jauh lebih lembut dan memuliaknya)

Selepas acara Wisuda di Kampusnya, seorang pemuda mengajak ayahnya jalan-jalan me

ngelilingi kampus, karena ayahnya sangat ingin tahu seperti apa kampus anaknya, yang selama 4 tahun anaknya menuntut ilmu di kampus tersebut.

Ketika melewati hutan kampus, ayahnya berhenti dan memegang tangan anaknya sambil bertanya. “Nak, itu pohon apa?” Sang Sarjana menjawab pendek “Pohon Cemara” sambil segera melepaskan pegangan ayahnya karena malu di lihat orang-orang sekitar taman kampus.

Baru lima langkah berjalan, sang ayah kembali bertanya dan memegang tangan anaknya “Kalau itu pohon apa, nak?” Sang Sarjana kembali melepas tangan ayahnya sambil menjawab agak malas-malas “itu juga sama, pohon cemara”

Sang ayahpun kembali berjalan, ketika mau keluar dari taman kampus, sang ayah kembali memegang tangan anaknya “Nak, itu pohon apa?”

Kali ini sang sarjana, hilang kesabaran, dia menjawab dengan nada tinggi “Ih, ayah ga ngerti-ngerti, itu pohon cemara, kenapa sih ayah tanya-tanya terus”

Sang ayah menjawab dengan nada sendu ” Nak, ayah tidak bangga dengan gelar kesarjanaan kamu, kalau ternyata sikap ananda seperti ini, padahal dulu waktu kamu masih kecil, berulang kali kamu bertanya kepada ayah, dan ayah tidak pernah cape menjawab, bahkan ribuan pertanyaan kamu, ayah tetap menjawab…karena ayah sayang dan ingin kamu tahu..tetapi ternyata setelah kamu jadi sarjana, baru saja aya bertanya tiga kali, kamu marah dan seakan malu berjalan dengan ayah, padahal dulu waktu kamu kecil, ayah tidak malu memebersihkan kotoran kamu di tempat umum, memberishkan ingus kamu ketika sedang pilek…anaku…pendidikan yang tinggi bukan ukuran kesuksesan, tetapi akhlak yang mulia kepada sesama adalah ciri pribadi yang dewasa….

Sang anak tertegun, sambil mencium kedua tangan ayahnya yang mulai keriput dia meminta maaf atas akhlak yang tidak terpuji ketika menjawab pertanyaan ayahnya.

Sang ayah mengusap, rambut anaknya sambil memberikan nasihat :”Nak, berjalanlah dimuka bumi dengan penuh rendah hati dengan siapapun, niscaya Allah SWT akan meninggikan derajatmu……

Semoga bermanfaat…

Comments (0)

pengasuhanakyatim

Tags:

Menjadi Orang Tua Asuh Anak Yatim di Bandung

Posted on 03 September 2012 by admin

Pengasuh Anak Yatim Berbasis Keluarga
(Menjadi Pengasuh Anak Yatim Walau Tidak Ada Anak Yatim di Rumah)

Oleh Hendra Setiawan
Ketua Yayasan Pondok Yatim Al-Hilal

Pondok Yatim memiliki dua kelompok anak yatim yang di asuh. Kelompok pertama adalah anak yatim yang diasramakan, diasuh, dijaga dan dididik langsung di asrama. Kelompok kedua adalah anak yatim yang tinggal bersama keluarganya. Bila masih ada ibunya, tinggal dengan ibunya. Bila sudah tidak ada ibunya tinggal dengan walinya. Anak yatim datang kepondok setiap hari untuk mengaji dan ibu/walinya minimal seminggu sekali datang ke pondok untuk mengaji atau diberi pelatihan. Biaya hidup, biaya sekolah anak yatim ditanggung oleh pondok yatim.

Kelompok kedua ini kami kembangkan dan akan kami perluas ke daerah lain karena pada prinsipnya anak-anak hanya dapat mengembangkan potensi penuh mereka jika mereka memiliki keluarga yang mendukung dan melindungi lingkungan. Inilah sebabnya mengapa pondok yatim menawarkan perawatan berbasis keluarga bagi anak-anak yang kehilangan orang tua mereka. Kelompok kedua ini juga lebih mudah untuk disebarkan ke daerah lain. Dengan konsep ini seseorang bisa menjadi pengasuh anak yatim walau tidak mempunyai anak yatim di rumahnya. Sehingga makin banyak orang yang akan masuk dalam kategori hadis nabi “ Orang yang mengasuh anak yatim akan dekat denganku seperti dekatnya (jari tengah dan jari telunjuk “ (HR. Bukhari Muslim)

Ciri khas pondok yatim dibanding lembaga anak yatim lain adalah pada sistem asuhan dan pendidikan yang diberikan kepada anak asuhnya.

Pondok yatim mengusahakan suatu pendekatan melalui suatu sistem terpadu, agar anak yatim menjadi anak yang mandiri, sehat, cerdas, dan mempunyai manfaat bagi masyarakat. Itu dibangun dalam suasana keakraban keluarga. Sistem ini mengandung empat prinsip dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai keadaan alami dan satu sama lain tidak dapat dipisahkan. Pondok yatim menggunakan suatu pendekatan keluarga dalam pengasuhan jangka panjang anak-anak yatim. Konsep ini berdasarkan pada empat hal, yaitu:

1. IBU: Setiap anak yatim memiliki sosok ibu

Anak yatim walau sudah kehilangan bapaknya. Tidak boleh kehilangan figur ibu. Karena itu, setiap anak yatim yang kami asuh harus mempunyai figure ibu. Itu bisa langsung dari ibu kandungnya (bila masih ada) atau keluarganya yang lain yang ditunjuk sebagi wali. Ibu/wali anak yatim harus mampu membangun hubungan yang mesra dengan setiap anak yang dipercayakan kepadanya, dan memberikan rasa aman, kasih sayang dan keseimbangan yang diperlukan oleh setiap anak. Ibu/ wali anak yatim merupakan poin penting dari pengasuh anak yatim. Ia diharapkan dapat mencurahkan segala kasih sayangnya, sebagaimana yang dilakukan oleh seorang ibu alami. Ibu/wali anak yatim harus benar-benar tinggal secara fisik bersama anak-anak sehingga mampu mengetahui dan menghormati latar belakang keluarga, akar budaya dari anak yatim. Sehingga ibu mampu membimbing, mengikuti perkembangan mereka, dan menjalankan segala urusan rumah tangga secara mandiri.

2. KAKAK ADIK: Anak yatim mempunyai kakak dan adik

Sesama Muslim adalah bersaudara. Di pondok yatim, seorang anak yatim mempunyai kakak dan adik. Bisa dengan sesama anak yatim lain atau dengan kakak asuh dari relawan. Dengan mempunyai kakak atau adik yang umurnya tidak terlalu jauh dengan dirinya, diharapkan anak yatim mempunyai perasaan tenang, merasa memiliki banyak saudara dan tidak merasa sendirian.

3. RUMAH: Anak yatim dan ibu/walinya tinggal di rumah dengan suasana nyaman.

Rumah keluarga merupakan lingkungan pertama tempat anak mendapatkan pengalaman dalam proses pendidikannya. Rumah merupakan tempat tinggal sebuah keluarga, dan setiap keluarga itu mempunyai ciri khas dan kebiasaan yang tampak dalam kehidupan sehari-hari. Di bawah atapnya, anak-anak menikmati rasa aman dan rasa memiliki. Anak-anak tumbuh dan belajar bersama-sama, saling berbagi tanggung jawab dan semua kegembiraan serta kesedihan dalam kehidupan sehari-hari. Pengasuh anak yatim akan berkunjung secara rutin ke rumah-rumah anak yatim. Bersilaturahmi sambil memantau kondisi dan perkembangan anak yatim dengan ibu/walinya.

4. DESA: Anak yatim dan keluarganya merupakan bagian dari masyarakat.

Anak yatim tinggal bersama dalam suatu masyarakat, membentuk lingkungan desa yang mendukung anak-anak menikmati kegembiraan masa kanak-kanak mereka. Keluarga-keluarga saling berbagi pengalaman dan bantu-membantu. Anak yatim di desa tersebut pada hakikatnya juga menjadi tanggung jawab masyarakat di desa tersebut. Karena itu masyarakat diajak untuk ikut membantu anak yatim semampunya. Bisa dengan tenaga, uang, waktu atau minimal perhatian kepada anak yatim. Anak yatim dan keluarganya juga hidup sebagai anggota yang berintegrasi dan memberikan kontribusi bagi masyarakat setempat. Melalui keluarga, desa dan masyarakat, setiap anak belajar ambil bagian secara aktif di dalam masyarakat. Hidup bersama dengan masyarakat sekeliling merupakan suatu terapi yang tepat untuk anak yatim yang sudah kehilangan bapaknya. Disamping itu, akar budaya yang kuat dari masyarakat sekeliling akan dipertahankan agar anak-anak tetap tumbuh dalam lingkungan dan akar budaya yang sama.

Kami membuka kesempatan teman-teman siapa saja untuk menjadi pengasuh anak yatim. Bapak/Ibu bisa menjadi pengasuh anak yatim walau tanpa mempunyai anak yatim di rumahnya. Cukup menyumbangkan apa yang dimiliki secukupnya saja. Bila ada kelebihan waktu sumbangkan waktunya. Bila ada kelebihan tenaga sumbangkan tenaganya. Bila ada kelebihan ilmu sumbangkan ilmunya. Bila ada kelebihan harta sumbangkan hartanya.

Silahkan hubungi Hendra Setiawan di no 081 320 635 075 atau email pengasuhanakyatim@gmail.com

Atau Isi Form di bawah ini:

 

FORM PENDAFTARAN ORANG TUA ASUH PONDOK ANAK YATIM AL HILAL


Perhatian: Kolom yang bertanda * wajib diisi.

Nama Lengkap :*
Nama Panggilan :
Email :*
Nomor Hp :*
Telp. Rumah :
Alamat :
Kode Post :

Pekerjaan :
: PNS

Karyawan swasta

Wiraswasta

Mahasiswa/Pelajar

Ibu Rumah Tangga | Pekerjaan Lain :

Saya bermaksud untuk mendaftarkan diri menjadi orang tua asuh :*
Anak Yatim Pra SD Rp75.000/bulan

Anak Yatim Usia SD Rp100.000/bulan

Anak Yatim Usia SLTP Rp150.000/bulan

Anak Yatim Usia SLTA Rp200.000/bulan
Dengan ini saya menyatakan mendaftar menjadi Donatur tetap Di panti asuhan PONDOK YATIM AL HILAL
Setuju*




Comments (0)


CHAT DENGAN STAFF KAMI:

Hendra
Iwan Setiawan
Handriana