Categorized | Artikel, Keluarga

Malukah Kita Dengan Sosok Ayah Kita

Posted on 04 September 2012 by admin

(Kalau kepada orang lain bisa lembut mengapa kepada Orang Tua Kita kita tidak bisa jauh lebih lembut dan memuliaknya)

Selepas acara Wisuda di Kampusnya, seorang pemuda mengajak ayahnya jalan-jalan me

ngelilingi kampus, karena ayahnya sangat ingin tahu seperti apa kampus anaknya, yang selama 4 tahun anaknya menuntut ilmu di kampus tersebut.

Ketika melewati hutan kampus, ayahnya berhenti dan memegang tangan anaknya sambil bertanya. “Nak, itu pohon apa?” Sang Sarjana menjawab pendek “Pohon Cemara” sambil segera melepaskan pegangan ayahnya karena malu di lihat orang-orang sekitar taman kampus.

Baru lima langkah berjalan, sang ayah kembali bertanya dan memegang tangan anaknya “Kalau itu pohon apa, nak?” Sang Sarjana kembali melepas tangan ayahnya sambil menjawab agak malas-malas “itu juga sama, pohon cemara”

Sang ayahpun kembali berjalan, ketika mau keluar dari taman kampus, sang ayah kembali memegang tangan anaknya “Nak, itu pohon apa?”

Kali ini sang sarjana, hilang kesabaran, dia menjawab dengan nada tinggi “Ih, ayah ga ngerti-ngerti, itu pohon cemara, kenapa sih ayah tanya-tanya terus”

Sang ayah menjawab dengan nada sendu ” Nak, ayah tidak bangga dengan gelar kesarjanaan kamu, kalau ternyata sikap ananda seperti ini, padahal dulu waktu kamu masih kecil, berulang kali kamu bertanya kepada ayah, dan ayah tidak pernah cape menjawab, bahkan ribuan pertanyaan kamu, ayah tetap menjawab…karena ayah sayang dan ingin kamu tahu..tetapi ternyata setelah kamu jadi sarjana, baru saja aya bertanya tiga kali, kamu marah dan seakan malu berjalan dengan ayah, padahal dulu waktu kamu kecil, ayah tidak malu memebersihkan kotoran kamu di tempat umum, memberishkan ingus kamu ketika sedang pilek…anaku…pendidikan yang tinggi bukan ukuran kesuksesan, tetapi akhlak yang mulia kepada sesama adalah ciri pribadi yang dewasa….

Sang anak tertegun, sambil mencium kedua tangan ayahnya yang mulai keriput dia meminta maaf atas akhlak yang tidak terpuji ketika menjawab pertanyaan ayahnya.

Sang ayah mengusap, rambut anaknya sambil memberikan nasihat :”Nak, berjalanlah dimuka bumi dengan penuh rendah hati dengan siapapun, niscaya Allah SWT akan meninggikan derajatmu……

Semoga bermanfaat…

Facebook facebook   Twitter twitter   Email email  

Leave a Reply


Refresh




CHAT DENGAN STAFF KAMI:

Hendra
Iwan Setiawan
Handriana