Membangun Istana Anak Yatim

Posted on 29 March 2012 by admin

Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Pedoman itu menyemangati kami untuk berubah menuju lebih baik lagi. Di awal tahun ini banyak perubahan yang kami lakukan. Dimulai dengan silaturahmi ke berbagai lembaga sosial lain dilanjutkan dengan pembentukan tim manajemen baru yang terpisah dari pengurus yayasan. Manajemen baru ini terdiri dari tim yang lebih gesit dan mempunyai pengalaman lebih banyak. Sehingga diharapkan pondok yatim bisa lebih baik dan berkembang cepat dari sebelumnya.
Sejak tahun 2002, kami merintis pondok yatim di sebuah kampung yang jauh dari kota. Tepatnya di desa Rancapanggung Cililin Bandung Barat Sekitar 2 jam perjalanan dari kota Bandung. Pondok yatim ini sengaja didirikan di pedesaan, karena anak yatim di desa lebih memerlukan bantuan.
Di tahun itu hanya sedikit anak yatim yang bisa kami bantu, sesuai kemampuan yang kami miliki. Seiring jalannya waktu, kami terus menambah anak yatim yang diasuh. Ternyata setelah kami survey, banyak anak yatim yang hidupnya benar-benar membutuhkan bantuan. Hal ini membuat kami menjadi lebih semangat untuk mengurus anak yatim. Awalnya bangunan pondok sangat sederhana, banyak bocor disana sini dan sebagian semi permanen. Baru tahun 2009, bangunan itu dirobohkan dan dibangun bangunan baru. Walaupun masih sederhana, tapi jauh lebih baik dari bangunan sebelumnya.
Terus menerus kami mengembangkan diri. Sejak tahun 2010, kami mulai merintis pondok yatim di Cibiru. Bekerjasama dengan Daarul Quran pimpinan Ustad Yusuf Mansyur pada Januari tahun 2012, kami membuka rumah tahfid. Tempat untuk belajar menghafal untuk anak yatim dan anak dhuafa. Anak yatim selain diajarkan kemandirian, juga diajarkan menghafal al Quran.
Sementara ini, karena keterbatasan, anak-anak yatim itu belum 100 % mukim di asrama. Karena itu, kami berencana membuat istana yatim. Suatu bangunan asrama yang bagus seperti istana. Digunakan untuk tempat tinggal, belajar, dan mendidik anak yatim. Saatnya anak yatim tinggal di suatu bangunan yang bagus dan indah. Sehingga mereka betah tinggal di sana.
Keunikan pondok yatim ini adalah sumbangan yang diberikan donator, baik zakat, infaq maupun wakaf tidak sepeserpun digunakan untuk gaji pengelola. Semua dana yang masuk (100 %) digunakan untuk anak yatim dan kegiatannya. Lalu darimana gaji pengelola didapat ? gaji pengelola berasal dari penjualan al Quran yang kami terbitkan. Alhamdulillah hasil penjualan al Quran itu cukup untuk menggaji pengelola. Hal itu kami lakukan untuk menjaga amanah dari penyumbang. Doakanlah kami untuk selalu menjaga amanah. Amiin

Facebook facebook   Twitter twitter   Email email  

Leave a Reply


Refresh




CHAT DENGAN STAFF KAMI:

Hendra
Iwan Setiawan
Handriana